by

Perang Jadi Momentum Bauran Energi

Oleh : Salamuddin Daeng

Walaupun sebetulnya perang Amerika Serikat vs Iran tidak akan menggangu pasokan energi nasional, namun gangguan pada stabilitas harga minyak pasti akan terjadi. Keadaan ini kemungkinan besar akan menggangu ekonomi nasional dan menggangu ketahanan fiskal atau APBN.

Mengapa? 1) sebagian besar minyak nasional dipasok dari impor BBM impor dan minyak mentah atau crude oil. Sekitar 900 ribu barel – 1 juta barel per hari Indonesia impor minyak. 2). Sebanyak 80 % Liquid Petroleum. Gas (LPG) dipasok dari impor. Kebutuhan LPG mencapai 8-9 juta ton setahun.

Selanjutnya hal di atas akan berdampak pada dua hal 1) terganggunya neraca perdagangan dan tergerusnya cadangan devisa untuk membiayai impor. Total nilai impor minyak Indonesia mencapai 33 miliar USD. 2) semakin membengkanya subsidi BBM dan subsidi untuk 90% LPG yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Subsidi LPG nasional dapat mencapai Rp. 80 triliun setahun.

Sebetulnya perang yang terjadi sekarang mengajarkan bangsa Indonesia dalam mengelolah kebutuhan BBM dan LPG dan melatih Pemerintah Indonesia terkait kebijakan energi secara keseluruhan terkait usaha mengurangi ketergantungan pada BBM dan LPG.

Bagi masyarakat langkah yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan bauran energi baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri kecil menengah yang dikerjakan masyarakat, dan bauran kebutuhan transportasi.

Bagi kebutuhan tersebut masyarakat dapat meningkatkan keragaman konsumsi dengan cara meningkatkan konsumsi gas alam melalui gas pipa dan gas kompresi (CNG). Konsumsi gas alam dan CNG ini dapat mengurangi ketergantungan pada LPG. Selain itu harga gas alam dan CNG jauh lebih murah dari LPG. Penggunaan gas alam dan CNG dalam skala luas dapat dilakukan di pabrik, restoran, hotel, dapur MBG dan juga rumah tangga lainnya.

Baca Juga :  Untuk Siapa Amalmu

Untuk BBM terutama sektor transfortasi saat peluang bauran energi jauh lebih significant. Perang dapat dijadikan pertimbangan oleh masyarakat terutama yang mampu agar mulai memilih kendaraan listrik. Sehingga tidak deg-deg an atau merasa kuatir akan ada antrean panjang di SPBU. Perkembangan transportasi listrik dewasa ini semakin baik. Secara kebetulan Indonesia sekarang mengalami over supply atau kelebihan pasokan listrik yang sangat besar.

Bagi pemerintah agar segera memikirkan strategi bauran energi secara significant agar sejalan dengan misi Presiden Prabowo melakukan swasembada energi. Pemerintah dapat mulai saat ini menerapkan tiga kebijakan kunci:

1. Memastikan semua produksi minyak mentah atau crude oil nasional, gas alam dan LNG digunakan sepenuhnya untuk kepentingan dalam negeri. Terutama crude oil mutlak di suplly ke kilang dalam negeri seluruhnya. Selain itu gas alam juga harus 100 persen untuk dalam negeri. Selama ini gas alam 50 persen masih diekspor ke luar negeri.

2. Membangun storage atau penampung minyak dan gas yang lebih banyak dalam rangka mempersiapkan cadangan BBM dan LNG yang lebih besar bagi kebutuhan dalam negeri.

3. Mempersiapkan relokasi fiskal atau APBN secara bertahap untuk membangun infrastruktur gas alam dan CNG. Salah satunya adalah usaha untuk memproduksi tabung CNG nasional.

  • Masyarakat dan pemerintah harus bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi gejolak gelobal. Sehingga perang sekalipun tidak membuat Indonesia masuk dalam kondisi darurat. Harus diwasapadi juga pihak pihak yang ingin menciptakan keadaan darurat sebagai kesempatan untuk ambisi politik dan juga menghasilkan cuan. Bahaya!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *