Pembukaan Peparpenas, Kontingen NTB Mencuri Perhatian

Mataram, Lombok Boss.- Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Tahun 2019, secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali, di GOR Pulo Gadung, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (8/11/2019) sore.

Dalam acara pembukaan itu, kontingen NTB termasuk salah kontingen peserta yang menyita perhatian banyak orang karena keseruan mereka saat mengikuti defile. Dikomando pelatih atletik, Subagio, kontingen NTB melakukan yel-yel kemenangan bagi NTB, tepat di depan Menpora yang duduk dipanggung kehormatan bersama para tamu undangan. Aksi mereka yang berlangsung satu menit itu mendapat aplaus seisi GOR Pulo Gadung.

Menpora dalam acara itu, sempat pula turun panggung, berbaur bersama atlet pelajar difabel ketika prosesi penyulutan api Peparpenas IX. Menpora turut dalam prosesi penyulutan api itu bersama atlet pelajar itu. Pembawa obor pertama adalah atlet boccia M. Afrizal Syafa dari Jawa Tengah. Dari Afrizal, obor kemudian diserahkan kepada Menpora dan dari Menpora, obor lalu diberikan kepada atlet renang dari DKI Jakarta, Fajar Tri Hadi.

Selanjutnya, Menpora bersama kedua atlet difabel tersebut langsung menyerahkan kepada atlet renang lagi, M. Khafid Umar, dari DKI Jakarta dan dilanjutkan kepada Al Imran Anasrus (atletik) dari DKI Jakarta dan diakhiri oleh Latifah Fitri (renang) dari Riau.

Latifah Fitri yang bertugas menyulutkan api, sempat terdiam sejenak melihat ke arah kaldron. Gendongan Menpora akhirnya membuat Latifah Fitri berhasil melakukan tugasnya menyulutkan api ke kaldron dengan sukses. Proses simpati Menpora itu mengundang rasa haru penonton di GOR Pulo Gadung.

“Terus terang saya terharu melihat semangat mereka. Kaum disabilitas kita semangatnya sama dengan kita. Itu membuat saya bersama teman-teman dari Kemenpora terharu,” kata Menpora kepada media.

Baca Juga :  Keluarga Besar JMSI Lakukan Aksi Donasi Untuk Korban Gempa di Sumbar

Menpora berharap ke depannya perhatian pemerintah daerah terhadap kaum difabel, khususnya untuk olahraga, difasilitasi dan diberi ruang sama dengan yang lain. Kepala Dispora NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, yang saat itu mendampingi Menpora dalam sesi wawancara dengan media, mendukung pernyataan Menpora tersebut.

Soal semangat kata Menpora, membuktikan bahwa mereka tidak ada perasaan minder, walapun mereka secara fisik ada kekurangan. “Kemenpora akan mendorong terus agar kegiatan seperti ini lebih banyak sehingga mereka punya kesempatan banyak untuk berkreasi, beraktifitas dan menunjukkan prestasi meraka,” jelasnya.

Menpora merasa selama ini pemerintah daerah belum banyak memberikan perhatian kepada mereka. “Dalam rangka pembangunan sumber daya manusia maka sudah saatnya mereka menjadi bagian dalam program-program pembangunan sumber daya manusia,” tekannya. WAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *