by

INTI Apresiasi Gerakan Hijau UIN Mataram, FWL Sebut Ekoteologi Jadi Jawaban Masa Depan

DOMPU — Penghargaan yang diberikan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB kepada Rektor UIN Mataram sebagai Tokoh Ekoteologi NTB mendapat apresiasi dari Forum Wartawan Lingkungan (FWL) NTB.

Bagi kalangan pegiat lingkungan, penghargaan tersebut dipandang bukan hanya pengakuan simbolik, tetapi juga penegasan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan krisis ekologis.

Ketua FWL NTB, Saudi Al Gibran, menilai langkah INTI memberikan penghargaan kepada pimpinan perguruan tinggi menjadi pesan penting bahwa agenda pelestarian lingkungan membutuhkan kepemimpinan yang nyata, terukur, dan mampu menggerakkan perubahan budaya.

Menurut Saudi, penghargaan kepada Rektor UIN Mataram layak diberikan karena didasarkan pada praktik yang dapat diukur melalui kegiatan penghijauan di Kampus II UIN Mataram, termasuk penanaman dan perawatan sekitar 1.000 pohon.

“Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, penghargaan semacam ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni. Ini adalah bentuk legitimasi sosial terhadap kepemimpinan yang menempatkan lingkungan sebagai bagian dari tata kelola institusi dan orientasi pembangunan manusia,” kata Saudi.

Ia menilai konsep ekoteologi yang mulai diperkuat di lingkungan kampus merupakan pendekatan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, krisis lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan teknokratis, tetapi juga membutuhkan transformasi nilai, etika, dan kesadaran kolektif.

“Ekoteologi menjadi pendekatan penting karena mempertemukan dimensi spiritual, ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata. Ketika kampus mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dengan praktik konservasi, maka yang dibangun bukan hanya ruang akademik yang hijau, tetapi juga karakter generasi yang memiliki tanggung jawab ekologis,” ujarnya.

FWL NTB juga memberikan apresiasi kepada INTI NTB yang selama ini dinilai konsisten menjalankan gerakan sosial dan lingkungan di berbagai wilayah. Organisasi tersebut disebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi aktif melakukan penanaman pohon dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam agenda pemulihan lingkungan.

Baca Juga :  Wagub NTB Tegaskan Pentingnya Dukungan Keluarga untuk Perempuan

Saudi menyebut keberhasilan INTI menanam belasan ribu pohon di berbagai wilayah menunjukkan bahwa gerakan lingkungan akan lebih efektif apabila dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.

“INTI telah menunjukkan bahwa organisasi sosial dapat mengambil peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ketika komunitas, kampus, media, dan masyarakat sipil berjalan bersama, maka dampaknya akan jauh lebih besar dibanding bekerja sendiri-sendiri,” katanya.

Selain penghargaan kepada Rektor UIN Mataram sebagai Tokoh Ekoteologi NTB, INTI juga menyerahkan penghargaan kepada Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof. Dr. Muhammad Saleh, atas perannya sebagai Ketua SDGs UIN Mataram dalam mendorong tata kelola kampus berbasis zero waste.

FWL berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pengakuan atas capaian individu, tetapi menjadi pemantik lahirnya gerakan serupa di perguruan tinggi lain di Nusa Tenggara Barat, bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat produksi pengetahuan, tetapi juga ruang yang melahirkan praktik keberlanjutan bagi masa depan lingkungan. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *