Panitia Kecewa, Bupati Tak Hadir.Festival Jelo Nyesek Dibuka Sekda

Lombok Tengah,Boss.- Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek ke – IV yang diselenggarakan dari Tanggal 28 -29 Desember 2019 di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Lombok Tengah yang dibuka pagi tadi Sabtu, (28/12/2019) tak dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah H.Moh.Suhaili,FT. Yang membuka acara tersebut mewakili Bupati Loteng adalah Sekda Loteng, H.Nursiah.Walaupun kapasitas H.Nursiah mewakili Bupati Lombok Tengah tetap saja pihak panitia merasa kecewa atas ketidak hadiran Bupati maupun Wabupnya pada acara tersebut.Kekecewaan panitia juga di tujukan kepada Gubernur NTB yang juga tak hadir di event tahunan Desa Sukarara tersebut.

Ketua Panitia Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek ke-IV, Syamsul Bahri kepada lombokboss.com,Sabtu (28/12/2019) mengatakan panitia dan masyarakat Desa Sukarara sangat berharap Bapak Gubernur dan Bupati bisa hadir di acara ini Sayangnya kalaupun ada Pak Sekda yang mewakili Bupati tapi kami sangat sayangkan beliau (bapak bupati ),tak bisa hadir sendiri tanpa diwakili. “Kecewa tentu saja kami kecewa.Dari pengalaman kami yang sudah- sudah setiap kami undang bupati yang hadir, gubernurnya tak datang.Gubernur datang, bupatinya yang tak hadir,” kata Syamsul Bahri dengan nada kecewa.

Sekda Loteng, H. Nursiah Berphoto bersama dengan Pengurus IWAPI Loteng.

Sementara dalam sambutannya Bupati Lombok Tengah yang disampaikan oleh H.Nursiah mengatakan harapannya agar penyelenggaran event festival Begawe Jelo Nyesek di Desa Sukarara ini merupakan kegiatan yang sangat bagus di jadikan sebagai ajang dan media promosi pariwisata Lombok Tengah.Lebih-lebih Sukara sebagai salah satu desa sentra kerajinan tenun yang menjadi salah satu kawasan pendukung pariwisata KEK Mandalika.

Kedepan diharapkan agar festival ini semakin ditingkatkan lagi kuantitas maupun kualitas penyelenggaraannya. Panitia dituntut lebih kreatif untuk bisa bekerja sama dengan pihak pihak yang terkait untuk bagaimana cara mengemas acara begawe jelo nyesek ini semakin memiliki daya jual yang tinggi,dan memiliki multi player efek bagi peningkatan kesejahteraan penenun sendiri maupun masyarakat Desa Sukarara pada umumnya.

Baca Juga :  Dialog Ramadhan, Gubernur NTB Sampaikan Hikmah di Balik Wabah Covid-19

Adanya tudingan momentum kegiatan festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek ke- IV Ini kurang tepat karena di laksanakan di akhir tahun hingga banyak tamu undangan yang diharapkan bisa hadir seperti mentri Pariwisata dan mentri PDDT dan beberapa undangan penting lainnya tak bisa hadir tak di sangkal sepenuhnya oleh Syamsul Bahri.

Parade Dulang

Festival Begawe Jelo Nyesek Desa Sukarara ini menurut pria yang juga ketua BPD Desa Sukarara ini sempat beberapa kali mengalami penundaan.Semula di jadwalkan Bulan Juli, namun karena di tunda terus hingga baru bisa dilaksanakan pada akhir Desember ini. Tahun depan pihaknya akan berupaya pelaksanaan festival begawe jelo nyesek ini,dilaksanakan di pertengahan tahun.

Rangkaian acara Festival Sukarara Begawai Jelo Nyesek ke-IV di mulai Jum’at malam dengan acara pepaosan yang bertempat di gedung kesenian Desa Sukarara.

Sebelum acara seremonial pembukaan Sabtu pagi kemarin di lalukan parade sajian dulang yang di iringi kesenian Gendang Beleq. Selesai cara seremonial pembukaan, dilanjutkan begibung, pementasan tari gandrung dan nyesek oleh 1.200 orang penenun yang ada di Desa Sukarara.

Begibung: Rangkaian acara Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek ke- IV thn.2019

Banyaknya jumlah penenun yang di hadirkan dengan alat tenunnya dan langsung melakukan praktek menenun menjadi perhatian khusus dari para tamu undangan maupun masyarakat umum salah satunya jajaran pengurus IWAPI Lombok Tengah, yang ikut hadir di acara tersebut.JIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *