by

Motivasi Rutin untuk Zohri dari Kadispora NTB

Mataram, Boss.- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, Sabtu (28/12/2019) siang, menyambangi kediaman juara dunia lari asal NTB, Lalu Muhammad Zohri, di Desa Pemenang, Lombok Utara. Kegiatan ini adalah hal yang rutin dilakukan Kadispora setiap atlet kebanggaan NTB satu ini pulang kampung.

Zohri sendiri saat ini sedang libur dari Pelatnas dan memanfaatkan jatah liburannya itu dengan pulang kampung. Dan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kadispora NTB untuk mengecek kondisi atlet daerahnya agar tetap segar dan bugar selama berada di kampung halamannya.

Wartawan lombokboss.com berkesempatan menemani Kadispora mengunjungi Zohri yang adalah hasil jebolan PPLP binaan Dispora NTB. Di mulai dari mengunjungi Zohri Mart, salah satu usaha bisnis dagang Zohri di Desa Pemenang. Di sini, Kadispora menemui Zohri sedang memonitor usaha minimarketnya. Kadispora sempat berbelanja beberapa cemilan dan minuman segar di Zohri Mart.

Agenda selanjutnya, Zohri mengajak Kadispora meninjau salah satu rumah hasil jerih payahnya sebagai atlet lari nasional. Rumah ini dibangun oleh Kementerian PUPR karena keberhasilan Zohri mengharumkan nama Indonesia setelah menjadi juara dunia U20.

Sebagai wakil pemerintahan di daerah, banyak petuah disampaikan Kadispora kepada Zohri. Diantaranya, Kadispora berpesan agar manusia tercepat Asia Tenggara itu tetap fokus dengan statusnya sebagai atlet nasional kebanggaan NTB. Artinya, Zohri tidak berpikir hal-hal rumit selain hanya pada kedisiplinan menjaga kondisi dan berlatih meski sedang berada di kampung halaman.

“Ini tugas dan tanggung jawab saya (sebagai wakil pemerintahan), harus rutin memonitor kondisi Zohri. Saya bahkan setiap hari harus menelpon untuk mengetahui keberadaannya dan memastikan apakah Zohri baik-baik saja,” jelas Kadispora.

Zohri juga sempat diingatkan agar jangan berpikiran untuk cepat-cepat berumah tangga. “Saya harus ingatkan pesan Bapak Gubernur, agar Zohri selalu fokus dengan tujuannya sebagai atlet. Saya ingatkan agar usia atletnya harus panjang. Jangan cepat-cepat mau kawin,” tegas Kadispora.

Zohri yang mendapat pesan seperti itu, hanya tersenyum dan mengangguk mengerti. “Ya, Bu,” kata pemuda berusia 19 tahun itu singkat dan tersenyum.

Zohri berusaha menyakinkan Kadispora bahwa ia tetap fokus sebagai atlet. Ia mengaku sudah memiliki program latihan selama berada di kampung halaman. Termasuk soal pola makan, ia menyadari sebagai atlet nasional ia sangat menjaga pola makannya. WAN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed