Kadispora NTB Semangati Atlet Difabel NTB di Jakarta

Mataram, Lombok Boss.- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, meluangkan waktu untuk hadir di tengah-tengah para atlet difabel NTB di Jakarta. Atlet-atlet difabel NTB berada di Jakarta untuk mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX sejak 7 Nopember hingga 13 Nopember 2019.

Selama di Jakarta, Kepala Dispora NTB sempat pula mengikuti acara pembukaan Peparpenas IX yang dibuka oleh Menpora RI, Zainuddin Amali, di GOR Pulo Gadung Jakarta Timur, 9 Nopember 2019. Kadispora juga turut mendampingi Menpora saat wawancara dengan media, dimana Kadispora mendukung penuh pernyataan Menpora kepada media, agar pemerintah daerah memperhatikan lebih serius kaum difabel dalam pembangunan sumber daya manusia.

Di Jakarta, Kadispora berkeliling memantau setiap veneu Peparpenas, memberikan support kepada para atlet difabel NTB yang saat itu sedang bertanding. “Kita harus mengakui, lawan-lawan atlet kita tampil luar biasa. Kita juga sudah bertanding penuh semangat tapi lawan lebih tangguh sehingga atlet kita banyak di urutan empat,” kata Kadispora.

Usai pelaksanaan Peparpenas, Kadispora mengatakan akan segera melakukan banyak evaluasi. Bagi dia, peran klub sangat besar dalam menghasilkan atlet juara. “Dari diskusi dengan beberapa kawan, mereka justru mengajak orang tua anak-anak difabel yang melatih anaknya di klub,” ungkapnya.

Kadispora berharap, ke depannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Sosial bisa membantu sarana dan prasarana untuk SLB, disamping alat-alat olahraga dari Dispora Kabupaten/Kota. “Itu sangat kita harapkan, Dinas Sosial dan Dikbud bisa turut berperan. Pelan tapi pasti, insya Allah bisa kita benahi bersama,” kata Kadispora.

Sementara itu, soal pelaksanaan Peparpenas IX, menurut Kadispora, DKI dan Kemenpora sudah bekerja keras melaksanakan event tersebut dan sudah berusaha melayani para kontingen seluruh daerah dengan baik. “Namun begitu, karena ini mendadak tentu ditemui kekurangan di beberapa hal. Transportasi misalnya, dimana tidak semua tersedia untuk masing-masing cabor,” katanya.

Baca Juga :  Wirausaha Muda NTB Harus Optimis

Kadispora sangat memaklumi soal keterbatasan transportasi lokal yang disediakan panitia. “Kekurangan itu kami maklumi dan kita semua siap mengatasi bersama,” katanya. WAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *