by

Harga Kebutuhan Pokok Fluktuatif Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Mataram– NTB . Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia pada Triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen, Namun hal ini tidak terlihat di Pasar Mandalika Bertais . Aktivitas jual beli dan bongkar muat barang di Pasar Mandalika Bertais terlihat makin menurun di siang ini,Senin tanggal 6 Juli 2026. Kalau siang memang tidak seramai pagi hari , ujar Komarudin petugas parkir di sudut pasar sebelah barat ,sambil.memarkir motor pengunjung. Situasi nya memang begitu sepanjang 10 tahun terakhir sejak dia pertama.kali menjadi petugas Parkir di pasar kata lelaki berusia 30 tahun ini.
Namun sepanjang sekitar 2 Minggu terakhir lebih ramai dibandingkan sebelumnya.Pembeli lebih ramai ujarnya Hal ini karena beberapa jenis harga bahan pangan mulai turun seminggu dan tiba tiba naik seminggu berikutnya .Minggu lalu ramai sekali pembeli parkiran ini sampai penuh sesak ujarnya

Harga produk bahan pangan di pasar Bertais ini, terutama bumbu bumbu dan sayuran masih fluktuatif ,beberapa.hari lalu harga tomat, cabe dan banyak bumbu lainnya seperti Laos jahe kunyit dan berbagai jenis ” isi Ceraken” maksudnya jenis bumbu seperti ,merica , ketumbar ,cengkeh , pala dan jenis lainnya cenderung meningkat apalagi setelah program MBG mulai berjalan. Tidak hanya pembeli yang mengeluhkan hal tersebut namun juga pedagang yang mengeluhkan kurang nya kuantitas barang yang dibeli pembeli yang biasanya membeli bawang minimal 5 kilo sekarang hanya membeli setengahnya bahkan kurang . Harga Bawang merah dan bawang putih tidak tentu,kemarin masih seharga 28 ribu Rupiah perkilo namun hari ini melonjak.menjadi 35 ribu perkilo. Harga ini bukan saya yang tentukan kata ibu Sainah Perempuan pedagang bawang yang berasal dari Bima ini. Beliau sudah berjualan bawang di pasar Bertais sejak 35 tahun ,harga bawang fluktuatif tergantung dari Pasokan dari Bima ungkapnya . Kalau pasokan banyak maka Harga pasti turun dan sebaliknya . Hukum Ekonomi berlaku , Ketika permintaan Tinggi maka Harga cenderung tinggi

Baca Juga :  Ada demo ojol, Transjakarta alihkan rute sesuai kondisi lapangan

Berbagai jenis bumbu lain yang harganya tak menentu seperti cabai dari 28 ribu menjadi 40 ribu perkilo ,tomat dari harga 18 ribu menjadi 20 ribu perkilo,demikian juga cabe kering mencapai 85 ribu perkilonya .

Saya tidak punya langganan yang mensuplai ke Dapur MBG , kata Ibu Seritah pedagang bumbu dapur jenis empon empon berasal dari Penimbung, harga jahe yang sebelumnya di 15 ribu perkilo sekarang menjadi 20 ribu , Laos dan kencur pun begitu ujar perempuan Lansia yang sudah 15 tahun berjualan bumbu di Pasar ini . Menurutnya sejak mulai beroperasinya dapur MBG semua harga bumbu meroket naik bahkan ada yang sampai 100 persen kenaikannya .Senada dengan penjelasan penjual Ayam yang mengatakan harga ayam sebelumnya 40 ribu, sejak Sekolah diliburkan dan MBG juga diliburkan ,harga harga semua turun bahkan pernah sampai 28 ribu – 30 ribu perkilo, sekarang mencapai 35 ribu perkilo ,demikian juga telur ,ikan termasuk ikan asin merangkak menjadi 50 ribu perkilo

Harga kebutuhan pangan yang fluktuatif ini juga disampaikan oleh pedagang kecil pengecr di Desa Gegerung Lombok Barat yang membeli di Pasar Bertais. Menurut Sri Indrayani , pedagang eceran yang berdomisili di Dusun Ketapang Desa Gegerung ini membenarkan bahwa harga kebutuhan pokok termasuk sayur dan bumbu memang fluktuatif,kemarin saya ke pasar ini.harga cabai masih 30 ribu perkilonya sekarang naik.25 persen menjadi 40 ribu perkilo tambahnya , saya sampai bingung mau jual.bagaimana dan berapa karena harga beda beda setiap hari . Tutup saja MBG agar harga pangan kita murah lagi ,jelasnya.

Bayangkan saja Satu anak dapat makan Gratis satu Kali di Sekolah namun belum jelas gizinya. Dibalik itu ada 4 sampai 5 orang di satu keluarganya harus menahan lapar akibat kenaikan harga pangan yang meroket, dan belum tentu dapat mencukupi kebutuhan pangan juga gizinya, Hal ini disebabkan diprioritaskannya bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG Mengapa MBG tidak ditutup saja supaya harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Saat ini tidak hanya mahal namun juga limit di pasar pungkas Sri panggilan akrabnya. Harga beras tetap tidak turun meskipun saat ini musim Panen tetap di angka 16 ribu Rupiah perkilonya .

Baca Juga :  Rayakan Harmoni Imlek Nusantara PINTI NTB Tebar 485 Parsel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *