Sakral dan Khidmat Upacara Nyentulak Sembalun

LOTIM – Upacara tolak bala atau masyarakat Sembalun menyebut Nyentulak berlangsung, sakral dan khidmat di Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun, hari Senin (1/2) diikuti ratusan orang. Dipandu kiyai yang tertua, Amaq Sapindih yang didepannya telah tersedia sesaji makanan dan tempat pembakaran kemenyan nan harum semerbak.

Suasana pembacaan doa oleh Kiyai se Pulau Lombok ini terasa sakral dan khidmat, dalam keadaan mendung dan angin semilir yang menambah syahdu suasana. Semua yang hadir dari perwakilan masyarakat adat se Pulau Lombok tampak khusyuk mengamini doa-doa yang dipimpin secara bergiliran para tokoh agama.
Sehari sebelumnya, Minggu (30/1) telah diadakan penyembelihan seekor kerbau yang disaksikan para tokoh setempat. Toak lokak Bilok Petung, Amaq Iradan memimpin prosesi ini kemudian dipanjatkan doa keselamatan pada malam harinya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Tarang Taruna, Bawadi SPd mengatakan upacara nyentulak ini diselenggarakan karena seperti dimaklumi bencana alam dimana-mana dan virus Corona. Sehingga para sesepuh, tokoh masyarakat berkumpul untuk menghajatkan suatu ritual yang dititipkan kepada kami selaku putra desa Bilok Petung untuk menjaga isi alam beserta isinya. ‘’Menjaga Gumi Selaparang, Gumi Sasak ini dari segala bencana balak, pada umumnya masyarakat Indonesia,’’ ujarnya.

Tokoh adat Lombok, H Purnipe mengharapkan doa semua kita untuk tolak bala diijabah. ‘’Sehingga Republik Indonesia ini segera keluar dari musibah Covid 19,’’ tegasnya seraya menambahkan agar juga dijauhkan dari bencana alam.
Purnipe juga minta agar generasi muda jangan lupa kepada peninggalan leluhur-leluhur sebelumnya. ‘’Kalau berdoa disini ambil karomah disini,’’ terangnya.
Mudah-mudahan, lanjut Miq Pur panggilan akrab Purnipe, Allah mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dipimpin oleh para kiyai. ‘’Semoga Indonesia keluar dari musibah besar ini,’’ harapnya disambut aamiin oleh yang hadir dalam prosesi tersebut. Purnipe juga melantunkan kidung-kidung doa dengan suara yang merdu dan nyaring.
Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi memberi apresiasi kepada panitia yang berinisiatif menyelenggarakan, acara doa bersama ini. ‘’Negara bahkan dunia sedang gelisah dilanda oleh Covid 19, Tolak bala ini karena secara medis susah, para akademisi sudah berbuat maksimal, bagaimana caranya menghilangkan Covid ini,’’ katanya sembari memberikan apresiasi kepada inisiator acara ini.
Negara, tambah Rumaksi sudah menghabiskan triliunan rupiah untuk menangani Covid 19 termasuk Pemda Lotim. ‘’Mudah-mudahan, dengan niat baik pelungguh pelungguh niki, doa yang dipanjatkan dapat diijabah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,’’ pintanya disambut amiin oleh peserta.
Kepada Laskar Sasak, Rumaksi memberi apresiasi dan semangat untuk tetap bekerja dan berkreasi serta tidak reaktif terhadap perbedaan pandangan yang ada. ‘’Mari kita jaga persatuan dan kesatuan,’’ ujarnya.
Kepala BIN Daerah NTB, Ir H Wahyudi Adi Siswanto mengatakan acara ini sebetulnya acara silaturrohim. ‘’Mengikat silaturrohmi itu mengikat kasih sayang, di dalam kasih sayang itu ada kekuasaan Allah, mudah-mudahan berkat tali kasih sayang ini kemudian diwujudkan dengan doa,’’ jelasnya.
Mudah-mudahan dengan doa ini, hubungan kasih sayang dengan alam lingkungan, kasih sayang manusia dengan manusia dan terlebih kasih sayang manusia dengan Tuhan karena berdoa. ‘’Hubungan manusia dengan alam dan lingkungan ada tatakrama, hubungan manusia dengan manusia ada tatakrama terlebih manusia dengan Tuhan ada tatakrama, mungkin dari sini kita sampaikan kembalilah ke adat, kembali kepada budaya,’’ katanya disambut tepuk tangan meriah yang hadir dalam acara ini.
Gubernur NTB yang diwakili Sekda HL Gita Ariyadi memulai pidatonya dengan tembang Sasak. Adanya kegiatan ritual Tolak Bala ini merupakan salah satu ihtiar untuk memohon kepada Allah sehingga berbagai macam bencana mulai dari covid 19 segera berakhir dan kehidupan semua manusia kembali berjalan normal.
“Hanya dengan sikap disiplin dalam menjaga protokol kesehatan seperti menjaga jarak,mencuci tangan dan memakai masker akan mampu menekan perkebangan virus ini,” katanya.
Perkembangan Covid 19 di NTB sudah mencapai angka 7 ribu kasus lebih sehingga perlu di barengi dengan sikap serius agar dari semua unsur masyarakat dapat terlibat langsung untuk menekan kasus covid ini. Bila tidak, di khawatirkan sebagaimana perkiraan salah seorang ahli laju perkembangan kasus covid 19 di ahir tahun 2021 dapat mencapai 15 ribu kasus.
“Dengan adanya doa dari para pelangsir,sesepuh adat dan tokoh agama ini harapan untuk dapat kembali hidup normal kembali di ijabah oleh Allah,”harapnya.

Baca Juga :  Kirim Surat Untuk Prabowo, Menhan Korea Selatan Tawarkan Bantuan

Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin mengatakan acara dengan tetap sesuai Prokes Covid 19 ini merupakan rangkaian dari gawe belek Lombok Mercusuar yang direncakan akan dihadiri tokoh adat, budaya, agama dan tokoh masyarakat se Indonesia. ‘’Mohon dukungan semua pihak untuk suksesnya acara ini,’’ pintanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *