by

Puluhan Warga Gili Meno Demo Tuntut Air Bersih

Lombok Utara. Pemandangan berbeda terlihat hari ini di sepanjang pesisir Gili Meno, tampak Perwakilan Warga Gili Meno diwakili Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Meno Bersatu menggelar aksi dengan membentangkan spanduk spanduk berwarna kuning  dengan tulisan Tinta Hitam diatas perahu perahu yang berjajar , juga di pantai Gili Meno pada Kamis 21 Mei 2026,  untuk menuntut Janji Pemerintah Lombok Utara,  selama 3 tahun mereka menanti janji menyediakan Air bersih untuk warga Gili Meno.
Aksi yang berani  ini diawali dengan barisan perahu milik warga yang dilengkapi dengan bendera dan bentangan spanduk berwarna kuning sepanjang seratus meter bertuliskan tuntutan warga Meno “ Kami Butuh Air bersih melalui Pipa Bawah Laut Atau Tidak Sama sekali “ sementara di spanduk Berwarna Hijau bertuliskan “ Pulihkan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil dari Krisis Iklim,Pulihkan Indonesia Pulihkan NTB” 

Dari atas Perahu terdengar orasi dari Zainur wakil dari warga “ Berikan kami Air bersih yang merupakan hak hidup kami, padahal kami adalah Penyumbang PAD terbesar untuk Lombok Utara, Mengapa Anda anda ( pemerintah Lombok Utara) tidak melaksanakan kewajiban anda dan janji anda , sudah 3 tahun kami lelah menunggu anda menepati janji ,menanti air bersih dari pipa bawah laut yang anda janjikan”

Senada dengan Zainur , Masrun kepala Dusun Gili Meno sekaligus Korlap memimpin aksi ini mengatakan Kondisi Gili Meno semakin terpuruk karena krisis air bersih, alih alih memenuhi janjinya , Pemda Lombok Utara,  justru menyerahkan pengelolaan air bersih kepada koorporasi TCN yang berdampak pada kerusakan Lingkungan dan pencemaran Laut di Gili Meno. Padahal kami penyumbang PAD terbesar untuk Lombok Utara namun kebutuhan dan hak dasar dan hak Hidup kami diabaikan. Apalagi yang ditunggu pemerintah, fasilitas untuk kami mendapatkan air bersih sudah ada tinggal memberi izin pipa bawah laut dari Gili Air, tapi belum juga ada kepastian dari Bupati Lombok Utara Nazmul Akhyar,” kata Masrun.

Baca Juga :  Hujan deras sebabkan banjir dan melumpuhkan Kota Hat Yai Thailand

Sebanyak 267 kepala keluarga atau seribu jiwa di Gili Meno sangat membutuhan air bersih. Mereka mengalami krisis air bersih sejak Mei 2023 ketika PT BAL (Berkat Air Laut), perusahaan penyedia air bersih di Gili Meno dan Gili Trawangan terjerat tindak pidana lingkungan dan korupsi.  “Aneh sekali ini, kenapa kita diminta menerima penyedia air bersih yang akan melakukan penyulingan air laut yang bisa merusak langkungan. Padahal, fasilitas air bersih bisa kami peroleh tanpa merusak lingkungan. Ada apa Pemerintah Lombok Utara ini, maunya apa?”
Aktifitas usaha yang berdampak kerusakan pada ekosistem pulau kecil akan berdampak serius terhadap warga sekitar, seperti hal nya yang terjadi di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, tepatnya di 2 (dua) Gili yaitu Gili Meno dan Gili Trawangan yang merupakan bagian dari gugusan pulau Gili Tramena di Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan destinasi wisata utama yang memikat wisatawan internasional dengan keindahan laut, ekosistem terumbu karang, dan suasana tropis. Namun, di balik pesona alamnya, kawasan ini sedang mengalami krisis multidimensional yang mencakup masalah lingkungan, ekonomi, sosial, dan hukum yaitu KRISIS AIR BERSIH sebagai dampak dari
diserahkannya pengelolaan air bersih kepada Koorporasi , kata Masrun 

Amri Nuryadin ,Direktur WALHI NTB mengatakan mengatakan, krisis air bersih yang berkepanjangan di Gili Meno telah menimbulkan penderitaan besar bagi penduduk setempat. “Selama tiga tahun lebih warga Gili Meno tidak mendapatkan hak dasarnya berupa air bersih yang layak dari negara ini. Harapan hanya tertumpu pada doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh setiap orang untuk keluarganya,”Selama ini, mereka hanya bertumpu pada air hujan yang mereka tampung dalam tandon, karena biaya cukup besar untuk membeli air bersih dalam jumlah besar , kata Amri dalam orasinya.

Baca Juga :  Jejak peristiwa di tengah gelombang demontrasi

Aksi ini ditutup dengan penanda tanganan Petisi yang didukung oleh ratusan warga dan pengusaha baik pengusaha restauran , hotel serta penginapan yang ada di Gili Meno termasuk para pekerjanya .

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *