MATARAM – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII sudah memasuki hari ketujuh sejak dibuka secara resmi pada 16 Juli 2026. Selama pelaksanaan tujuh hari itu, secara keseluruhan pertandingan di setiap cabang olahraga (cabor) PORPROV berjalan aman, lancar dan sukses hingga pengalungan medali kepada para juara.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Baiq Isvie Rupaeda, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terciptanya keamanan selama PORPROV NTB berlangsung. Termasuk dengan cabor Cricket yang telah menuntaskan pertandingan dengan aman, lancar dan sukses.
Menyikapi beberapa insiden yang pernah terjadi di beberapa cabor, Baiq Isvie mengatakan harus ditelusuri dulu masalahnya supaya tidak ada klaim kesalahan itu mutlak ditujukan kepada KONI NTB selaku penyelenggara utama PORPROV.
“Saya kira tidak bisa serta merta harus KONI yang disalahkan dari setiap insiden itu. Pastinya dicari dulu sumber masalahnya di masing masing cabor,” katanya.
“Terkait insiden di beberapa cabor, kemungkinan karena ada kesalahpahaman tentang aturan atau mekanisme di dalam cabor sendiri atau ada persoalan teknis yang mungkin panitia di internal cabornya belum menyampaikan secara detail ke para peserta tanding,” tambah Baiq Isvie.
Menurut Baiq Isvie, sebenarnya sudah ada tempat pengaduan jika ada persoalan-persoalan yang muncul, baik di internal cabor atau lanjut ke panitia penyelenggara,” jelasnya.
Bagi Baiq Isvie, yang perlu dihindari adalah keributan yang menurutnya akan memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung kepada semua pihak, baik panitia penyelenggara maupun cabor.
“Keributan ini harus kita hindari, apalagi daerah kita menjadi tuan rumah PON,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, mengamati gelaran PORPROV NTB XII secara keseluruhan telah berjalan sesuai yang diharapkan. Meski begitu dia mengakui ada beberapa insiden dalam tujuh hari pelaksanaan PORPROV. Namun semua itu menurut dia, sudah terselesaikan dengan baik. Sehingga pada saatnya nanti, ketika PORPROV NTB XII berakhir dengan penutupan resmi pada 25 Juli 2026, tidak ada permasalahan yang belum tertangani.
“Kita akui memang ada insiden yang terjadi di beberapa cabor. Tapi dari apa yang terjadi, kesalahan itu tidak sepenuhnya ada di KONI (NTB),” kata Mori Hanafi.
Memang, PORPROV adalah program dari KONI Provinsi. Jadi secara teknis, KONI bertindak langsung sebagai penyelenggara utama. Maka apapun yang terjadi, sukses tidaknya PORPROV tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab KONI. Sebagai Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi sangat memahami hal tersebut.
Hanya saja menurut Mori Hanafi, dalam setiap insiden yang terjadi tidak sepenuhnya karena kesalahan KONI langsung. Berbeda halnya jika menyangkut akomodasi dan transportasi kontingen, KONI paling pantas disalahkan bila terjadi kelalaian. Namun di lapangan, dalam pertandingan, tanggung jawab itu ada di cabang olahraga. Dalam hal ini Pengprov cabor.
Di lapangan, Pengprov cabor adalah pengendali. Cabor punya tugas teknis, juga manajerial. Memastikan pertandingan berjalan dengan adil dan transparan. Maka ketika terjadi insiden berkaitan dengan teknis, cabor bertanggung jawab menyelesaikan. Cabor adalah pihak pertama yang harus menyelesaikan sengketa teknis yang terjadi di lapangan.
“Tidak semua hal teknis harus KONI yang disalahkan. Seperti misalnya, ada insiden teknis di Lombok Tengah, kenapa KONI yang kemudian disalahkan. Ada protes di cabor ini, KONI lagi yang disalahkan,” kata Mori Hanafi. PUR










Comment