Forum NTB Maju gelar diskusi publik bertajuk Dari NTB untuk Indonesia: Dukung Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak

Mataram, Boss.- Forum NTB Maju menggelar acara diskusi Publik di Gedung Sangkareang, Kelompok Rentan di Provinsi NTB, mendorong paradigma pembangunan berkelanjutan berbasis GESI (Gender Equality dan Social Inclusion) serta memperkuat jaringan masyarakat sipil untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak di NTB. Forum NTB Maju terdiri dari lima lembaga yang fokus dalam pendampingan masyarakat khususnya perempuan dan anak, yakni Perkumpulan Panca Karsa (PPK), Yayasan BaKTI, LPM, PEKKA dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Forum NTB Maju melihat Provinsi NTB masih menghadapi tantangan pembangunan, terutamab agi perempuan dan anak. Acara ini untuk membangun kesadaran bersama untuk bekerja sama untuk memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak di NTB.” ucap Zahratun-Ketua Acara Diskusi Publik”Dari NTB untuk Indonesia: Dukung Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak.

Laju pertumbuhan mencapai 1,17 di atas angka nasional namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB berada pada angka 67,30 jauh di bawah IPM nasional di angka 71,39 (Badan Pusat Statistik, 2018) menempatkan NTB di posisi 29 dari 34 provinsi di Indonesia. Demikian pula dengan Indeks Pembangunan Gender (IDG), NTB masih berada pada urutan ke 29. Selain itu, perempuan dan anak tidak luput dari kekerasan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) NTB mencatat 1.679 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2016, lalu meningkat 1.821 kasus di tahun 2017 dan 1.475 kasus pada tahun 2018 Sebesar 70% adalah kasus kekerasan inses atau kekerasan seksual dimana pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga dekat.

Perkawinan anak juga telah berkontribusi terhadap permasalahan lainnya seperti KDRT, perceraian, trafficking serta kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak lainnya. Data yang diolah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur pada tahun 2019 mengindikasikan tingginya angka perkawinan anak. Di Lombok Utara, sebanyak 783 perempuan hamil dan 520 perempuan bersalin pada rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan, di Lombok Timur menunjukkan sebanyak 2.809 perempuan bersalin dengan umur di bawah 20 tahun.

Baca Juga :  Musda AGTKH 2022, Pengurus Baru Diminta Tetap Kolaborasi dan Koordinasi

NTB adalah salah satu daerah asal Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar ke-4 di tingkat

nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Data BNP2TKI periode Januari sampai dengan Juni 2019 unjukkan terdapat 134.320 orang PMI asal NTB dimana 70% adalah perempuan. Namun PMI asal NTB kerap alami kekerasan. Perkumpulan Panca Karsa (PPK) mendampingi 490 PMI sepanjang 20162019 yang mengalami berbagai kekerasan perdagangan manusia hingga kekerasan seksual.

Dialog publik menghadirkan pembicara dari Pemerintah Daerah, tokoh agama, praktisi

pemberdayaan perempuan dan anak di NTB dan tingkat nasional serta akademisi. Setiap narasumber menjabarkan terkait kebijakan, kegiatan atau inisiatif yang mereka ambil untuk melindungi perempuan dan anak.

Kegiatan dihadiri oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh elemen masyarakat NTB. Diharapkan pertemuan ini dapat menjalin kerjasama antar jaringan untuk membangun NTB terutama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak. SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *